Siapa Yang Berhak Menjadi Imam Shalat ?


Jujur, saya pribadi sedikit prihatin melihat beberapa fenomena yang terjadi di sebagian masyarakat kita. Fenomena tersebut adalah ada sebagian masjid di pedesaan atau bahkan perkotaan dimana orang yang diangkat menjadi imam adalah orang yang belum memenuhi syarat untuk dapat dijadikan sebagai imam. Dalam hal ini, sebagian imam berasal dar orang-orang yang bacaan surat Al fatihah-nya masih berantakan, tidak memperhatikan makhraj, panjang pendek, bahkan sampai ada yang merubah makna, na’uzhubillah.
Imam_lupa

Demikian pula masih ada sebagian imam yang membaca al fatihah dengan mengganti huruf ع (‘ain) dengan “ng” sehingga bacaan berubah menjadi “alhamdulillaahi rabbil ngaalamin”. Selain itu, ada juga imam yang tidak memperhatikan tuma’ninah sehingga shalatnya secepat kilat, terlebih-lebih ketika shalat tarawih. Di sana-sini juga masih ada imam yang tidak mengerti kapan harus sujud sahwi ketika terjadi kesalahan dalam shalat, dan permasalahan-permasalahan lainnya terkait dengan masalah imamah dalam shalat.

Mengingat beberapa kondisi di atas, berikut ini sedikit penjelasan mengenai siapa saja orang yang paling berhak untuk menjadi imam dalam shalat sebagaimana telah yang dijelaskan dalam kitab Al Fiqh Al Muyassar karya Nukhbah min Ulama.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menjelaskan mengenai siapa saja orang yang berhak dan lebih utama untuk menjadi imam dalam shalat, sebagaimana disebutkan dalam hadits dari Abu Mas’ud Al Anshary radhiallahu’anhu, beliau berkata bahwasannya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
يَؤُمُّ الْقَوْمَ أَقْرَؤُهُمْ لِكِتَابِ اللَّهِ فَإِنْ كَانُوا فِى الْقِرَاءَةِ سَوَاءً فَأَعْلَمُهُمْ بِالسُّنَّةِ فَإِنْ كَانُوا فِى السُّنَّةِ سَوَاءً فَأَقْدَمُهُمْ هِجْرَةً فَإِنْ كَانُوا فِى الْهِجْرَةِ سَوَاءً فَأَقْدَمُهُمْ سِلماً
Artinya :
“Yang menjadi imam dari suatu kaum adalah orang yang paling banyak hafalan terhadap Kitab Allah (Al Qur’an), jika diantara mereka ada yang memiliki hafalan sama maka yang menjadi imam mereka adalah orang yang paling paham tentang sunnah Nabi (hadits) jika diantara mereka masih sama maka yang paling dahulu hijrah, jika mereka dalam masalah hijroh sama maka yang lebih dahulu masuk islam.” (HR. Muslim no. 673)
Hadits tersebut menjelaskan bahwa urutan orang yang lebih utama dan berhak menjadi imam diantaranya :

1. Orang yang paling banyak hafalan dan paling bagus bacaan Al Qur’annya.
Yaitu orang yang paling ahli dalam membaca Al Qur’an dan yang paling sempurna bacaannya. Dalam hal ini, ada pula ulama yang mengatakan orang yang ahli dalam Al Qur’an adalah orang yang banyak hafalannya dan sempurna dalam bacannya. Selain itu, orang yang bacaan Al Qur’annya bagus juga harus lebih menguasai fiqh dalam shalat.
Jika terjadi kasus ketika terkumpul beberapa orang yang baik bacaannya dan banyak hafalannya, kemudian orang yang lain lebih sedikit hafalannya namun dia lebih paham masalah fiqh maka yang didahulukan adalah orang yang lebih paham tentang masalah fiqh. Alasannya adalah karena kebutuhan dalam memahami fiqh dan hukum-hukum dalam shalat lebih diutamakan dibandingkan dengan kebutuhan dalam baiknya atau banyaknya hafalan surat yang dibaca dalam shalat.

2. Orang yang lebih mengerti tentang sunnah.
Orang yang mengerti tentang sunnah (hadits) lebih diutamakan. Apabila terjadi ada beberapa orang yang sama bagus dalam hafalan dan bacaan Al Qur’annya, maka dilihat pemahamannya tentang sunnah diantara mereka. Maka dalam hal ini, orang yang lebih paham dan mengetahui tentang sunnah hendaknya lebih diutamakan berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam فَإِنْ كَانُوا فِى الْقِرَاءَةِ سَوَاءً فَأَعْلَمُهُمْ بِالسُّنَّةِ .

3. Orang yang lebih dahulu berhijrah dari negeri kafir ke negeri Islam.
Hijrah dalam hal ini, tidak hanya dibatasi dengan hijrah yang terjadi pada masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam namun juga berlaku bagi hijrahnya seseorang yang berhijrah dalam rangka ketaatan untuk menyelamatkan agamanya dari negeri kafir ke negeri Islam.

4. Orang yang lebih dahulu masuk Islam.
Hal ini terjadi jika ketiga urutan di atas masih sepadan. Kemudian dilihat siapa yang lebih dahulu masuk Islam jika sebelumnya dia bukan pemeluk agama Islam.

5. Orang yang lebih tua usianya.
Jika keempat syarat di atas masih juga seimbang maka yang terakhir adalah mempertimbangkan faktor usia berdasarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam :
فإن كانوا في الهجرة سواءً فأقدمهم سلماً – وفي رواية – سنّاً . Dalam riwayat lain disebutkan dengan kata سنّاً yaitu usianya bukan dengan lafadz سلماً (Islam).

Kemudian seandainya terjadi keseimbangan dan kesamaan dalam hal-hal yang telah disebutkan di atas, maka yang dilakukan adalah dengan mengundi. Siapa yang menang dalam undian tersebut maka hendaknya dia menjadi imam.

Cara di atas adalah cara memilih imam (tetap) yg baik dan benar secara syari’at, namun bila telah terpilih imam tetap di daerahnya, maka urutannya adalah:

1. Imam tetap suatu masjid
2. Tuan rumah (misal sholat jamaah di rumah karena ada udzur, karena pemilik rumah lebih utama daripada tamu, meski tamu lebih bagus bacaannya)
3. Yang bacaannya paling baik
4. Yang paling mengerti sunnah
5. Yang lebih dahulu hijrah
6. Yang lebih dahulu masuk islam
7. Yang lebih tua.

Oleh karena itu sebaiknya seorang takmir masjid, dan sang calon imam mengetahui hal ini karena dalam islam kualitas lebih didahulukan daripada usia.

Demikian sedikit penjelasan yang penulis dapatkan pada saat penulis mengikuti kajian pagi Ramadhan di masjid Al ‘Ashri Pogungrejo bersama Al Ustadz Aris Munandar hafizhahullahu ta’ala. Semoga bermanfaat.

Wallahu a’lam bishshawab

Rujukan :
Kitab Al Fiqh Al Muyassar karya Nukhbah min Ulama, hal 81-82

Ahmad Fathan Hidayatullah, S.T.
Sleman, 21 Juli 2013/13 Ramadhan 1434 H

Advertisements

3 thoughts on “Siapa Yang Berhak Menjadi Imam Shalat ?

  1. yang hijrah itu sebenarnya bukan maksud eksplisit hijrah tempat. tapi hijrah dimana “Hijrah merupakan sebuah ketaatan dan amalan mendekatan diri kepada Allah Ta’ala”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s