Tauhid, Again!!


فَمَنْ كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلا صَالِحًا وَلا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا
“Maka barangsiapa yang mengharapkan perjumpaan dengan Tuhannya hendaklah dia beramal shalih dan tidak mempersekutukan sesuatu apapun dengan-Nya dalam beribadah kepada-Nya.” (QS. Al Kahfi: 110)

Pertengahan tahun 2006, di masa-masa akhir SMA adalah waktu pertama kali saya mengenal pelajaran TAUHID. Setelah itu, qadarullah pernah juga mengenyam matakuliah TAUHID di bangku S1. Tapi yang ini beda, materi yang diajarkan tanpa kitab dan malah membahas tentang berbagai macam pemahaman aqidah. Alhamdulillaah atas kemudahan Allah, beberapa bulan lalu bisa mengikuti kajian rutin yang bahas TAUHID plus dapat sanad dari ustadz yang nyambung sampai ke muallif. Empat hari belakangan, atas izin Allah bisa mengikuti dauroh yang membahas TAUHID lagi.

Dari semua majelis yang membahas tentang TAUHID yang saya ikuti, qadarullah yang menyampaikan materi pun berbeda-beda. Alhamdulillaah, ilmu dan materi yang didapat pun bervariasi plus saling melengkapi. Beda pemateri, beda ilmu, dan semakin banyak mutiara terpendam yang didapat. Mungkin ini beberapa dari sekian banyak manfaat yang saya dapatkan dari belajar ilmu yang sama dari beberapa guru.

tumblr_m4ocfjV5Dl1r6gc3po1_500

Jika ditelisik lebih dalam, masalah TAUHID bukanlan masalah sepele. Masalah TAUHID adalah masalah yang wajib dipahami dan diketahui setiap muslimKenapa ? karena hanya dengan memahami TAUHID yang benar insya Allah akan selamat dunia akhirat. Oleh karena itu, saya merasa bahwa harus semakin sering dan semakin merutinkan diri untuk hadir di majelis ilmu yang membahas tentang TAUHID yang benar disamping menghadiri majelis ilmu dengan materi lainnya.

Setelah beberapa kali duduk di majelis yang mengkaji ilmu TAUHID, saya sedikit dapat menyimpulkan :
1. Semakin sering datang ke majelis ilmu yang membahas TAUHID membuat saya sadar, bahwa banyak pemahaman TAUHID saya yang masih perlu dibenahi.
2. Masih banyak permasalahan TAUHID yang belum dikuasai dan dipahami dengan benar.
3. Masih perlu benteng yang kuat untuk melindungi diri dari berbagai macam syubhat.
4. Masih merasa bahwa selama ini saya terlalu sombong dan tergesa-gesa untuk mengatakan bahwa “Pemahamanku tentang TAUHID sudah benar”.

Sepertinya pertanyaan “Apakah saya yakin bahwa saya sudah bertauhid dengan benar ?” harus selalu ditanyakan pada diri sendiri supaya diri ini tidak malas mempelajarinya. Jangan sampai, kita merasa bahwa pemahaman TAUHID kita sudah benar atau bahkan paling benar karena itu hanya akan membuat kita menghentikan aktivitas pembelajaran TAUHID kita.

Sekian sedikit cerita yang saya dapat dari perjalanan belajar saya dalam mendalami ilmu TAUHID. Semoga bermanfaat dan bisa menjadi motivasi untuk siapa saja yang membacanya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s