Words of Wisdom


Semangat seseorang kadang mengalami penurunan, dan bagiku hal itu sangatlah wajar. Namun, apakah kita akan tetap dalam situasi dan kondisi lemah semangat? Tidak bergairah dalam menjalani hidup dan masih saja berada dalam titik kemalasan. Tentu tidak kan??!

Nah, suatu saat aku membereskan buku-buku dari rak buku di kamarku. Kutemukan beberapa buku yang dulu menjadi bagian dari penyemangatku saat jiwa ini lemah. Menguatkan hati saat perasaan gundah. Membangkitkan selera bekerja keras dalam menjalani amanah hidup. Menghidupkan kembali perasaan cinta yang mati dan terkubur bersama amarah. Memberikan inspirasi saat pikiran jenuh dan lelah.

Kuambil beberapa buku yang dirasa menarik bagiku lalu kubersihkan satu per satu. Kubaca, kubuka, lalu kupahami maksud kata demi kata, kalimat demi kalimat, serta lembar demi lembar. Kutemukan banyak wejangan, nasihat, inspirasi, dan renungan menarik yang kudapat. Meski dulu pernah membacanya, tapi masih saja memberikan suasana berbeda saat kubaca lagi.

Lewat tulisan ini aku mencoba mengumpulkan beberapa kalimat dari beberapa buku yang membuatku semangat dan memberikan inspirasi kembali. Let’s check it out!!

Taken From “Tazkiyatun Nafs” (Ibnu Rajab, Ibnu Qayyim, Al Ghazali) :
“Ikhlas adalah tidak merasa telah berbuat ikhlas. Barang siapa masih menyaksikan keikhlasan dalam ikhlasnya, maka keukhlasannya masih membutuhkan keikhlasan lagi”
“Perbanyaklah menyebut nikmat-nikmat Allah, sesungguhnya itu adalah kesyukuran” (Hasan Al Bashri)

Taken from “Ta’limul Muta’allim” (Syaikh Ibrahim bin Ismail) :
“Ilmu yang paling utama adalah ilmu yang akan diamalkan, dan amal yang lebih utama adalah memelihara perbuatan (dari sia-sia dan kerusakan)”
“Belajarlah, karena ilmu sebagai hiasan bagi para ahlinya, merupakan kelebihan dan tanda dari segala perbuatan terpuji”
“Orang-orang berilmu senantiasa disebut hidup yang kekal sesudah matinya; sekalipun tulang-tulangnya sudah hancur di bawah tanah”
“Janganlah engkau tergesa-gesa dengan urusanmu, tapi biasakanlah melakukannya; sebagaimana tongkatmu yang bengkok dapat diluruskan terus-menerus”

Taken from “Tips Belajar Para Ulama” (Dr. ‘Aidh Al Qarni & Dr. Anas Ahmad Karzun) :
“Penuntut ilmu adalah seorang yang bijaksana di dalam berperilaku dan sopan dalam berbicara”
“Penuntut ilmu akan senantiasa berwajah ceria, berseri, tersenyum serta berakhlak yang lembut”

Taken from “The Gerat Power of Mother” (Solichin Abu Izzuddin&Dewi Astuti) :
“Planningkan diri untuk berbakti, mulailah dari amal-amal sederhana. Misalnya, mulai dengan senyuman saat berjumpa orang tua”
“Temukan amal unggulan kita, agar Allah selelu menolong kita dari berbagai kesulitan”
“Terhadap dosa yang dilakukan, tinggalkan sebenar-benarnya, menyesallah atas dosa-dosamu, jangan ulangi dosa itu, kembalikan hak-hak orang yang kau zhalimi, plus bangun komitmen untuk memperbaiki diri. Bekerjalah lebih baik dan lebih baik lagi”

Taken from “Cahaya Zaman” (Dr. ‘Aidh Al Qarni) :
“Wahai orang-orang yang menginginkan kebaikan bagi diri dan umat, jangan sampai anda menjadi orang yang tidak memiliki nilai sama sekali sehingga anda terlupakan, janganlah anda menjadi seperti barang yang tak berharga”
“Cari dan raih, jangan pernah berkeluh kesah dan bosan dari meraih apa yang kamu inginkan.”
“Awal kegagalan dimulai dari merasa gagal, padahal kegagalan adalah sumber munculnya rasa takut. Kesuksesan merupakan mahkota bagi orang-orang yang memiliki keberanian dan tekad.”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s