Hidup adalah Proses


Sudah menjadi fitrahnya jika semua yang Allah ciptakan itu terjadi dengan proses termasuk juga kita sebagai manusia. Mungkin kita sudah lupa, ketika kita masih kecil. Waktu itu, kita belum bisa berjalan, berbicara, dan masih banyak hal lagi yang belum bisa kita lakukan. Sahabat, coba lihatlah lihat apa yang ada pada diri kita sekarang. Kita bisa berbicara, bisa berjalan, bahkan bisa berlari. Kita tentu tahu apa yang terjadi sekarang tak lepas dari suatu proses kehidupan yang pasti kita alami. Pernahkah kita berpikir jika seandainya waktu kecil saat kita belajar berjalan lalu terjatuh berkali-kali. Saat itu, pernahkah terpikir bahwa muncul kata-kata,”Ah, memang aku ini nggak punya bakat untuk bisa berjalan, kayaknya aku bakal merangkak terus deh sampai tua”. Kalimat tadi hanya akan terjadi pada orang-orang yang berpikiran kerdil dan tidak memiliki visi hidup yang jelas.

Lalu kenapa sekarang ketika kita semakin dewasa, kita begitu mudah menyerah dan menginginkan segala sesuatu terjadi pada diri kita secara instant, ‘mak mbedunduk’, atau ‘mak cling’,’ bim salabim’ begitu saja? Kondisi kita yang semakin dewasa sepertinya semakin melupakan yang namanya proses. Entah proses apapun, kita sekarang hanya berharap pada sesuatu yang datang pada kita secara tiba-tiba dan yang muncul hanyalah kata-kata seandainya. Kita terlalu banyak berkhayal tanpa adanya realisasi tindakan untuk mewujudkan keinginan tersebut. Kita hanya mau melihat kesuksesan seseorang tanpa mau melihat upaya orang tersebut untuk meraih kesuksesan. Kita hanya mau menikmati hasil kerja keras orang tua tanpa mau pernah tahu bagaimana orang tua dengan segala jerih payahnya menghidupi kita. Kita terlalu arogan untuk mau mengakui bahwa kita ini lemah dan tak berdaya.

Sahabat, hidup ini terdiri dari rangkaian gerbong bernama proses yang besambung satu sama lain. Kerikil-kerikil kecil bernama batu ujian adalah keniscayaan yang mesti dihadapi dalam menjalani proses kehidupan. Berbagai macam cobaan pasti akan selalu hadir menyapa selama raga ini masih bernafas. Berbagai macam permasalahan yang acap kali datang menjadikan kita tak pernah berhenti berfikir untuk mencali solusi yang terbaik. Jika kita mau menyadari, masalah bukan hanya ada untuk kita hadapi lalu selesai begitu saja. Selain itu, lari dari permasalahan juga bukanlah solusi yang tepat karena akan menimbulkan masalah baru.

Seandainya ditilik lebih jauh, berbagai macam problema hidup yang silih berganti hadir adalah sebuah anugerah dari Allah ‘azza wa jalla. Semua problema hidup yang kita lalui adalah bagian dari proses pendewasaan berfikir, pembentukan karakter, dan menjadikan kita semakin matang. Dampak-dampak positif permasalahan tersebut akan semakin membuat kita lebih bijak dalam bersikap dan lebih matang dalam mengambil keputusan.

Kita terkadang sangat jarang menyadari, bahwa hidup ini terlalu indah untuk dinikmati, terlalu panjang untuk dikisahkan, dan teramat sangat asyik untuk dijalani. Jika kita mau tahu, mau merasakan, dan mau bersyukur bahwa betapa banyak kenikmatan, kesenangan, dan keindahan dunia yang telah kita dapatkan. Betapa sering kita mengeluh, meronta, dan tak mau bersyukur. Acap kali kita tak hiraukan terhadap apa yang telah ada pada diri kita.

Tak ada harapan,cita-cita, dan hasil akhir yang kita dambakan terjadi begitu saja tanpa adanya sebuah proses. Setiap proses untuk hasil akhir yang indah pastilah memiliki berbagai macam fase yang mesti kita hadapi dengan optimis dan penuh percaya diri. Disamping itu, kita perlu menanamkan pada diri kita bahwa apa yang terjadi pada diri kita adalah bagian dari takdir Allah yang telah digariskan kepada kita. Sehingga saat kita terjatuh kita akan mudah bangkit kembali karena keyakinan kita kepada Allah yang akan memberikan kemudahan setelah kita menghadapi kesulitan. Saat kita berada dalam puncak kesuksesan kita akan ingat bahwa apa yang kita dapat adalah bagian dari anugerah Allah yang diberikan kepada kita.

Sahabat, mulai dari sekarang jalanilah proses hidup kita dengan penuh optimis dan percaya diri. Kuatkan cita-cita, visi misi, dan tujuan hidup agar hidup lebih terarah. Upayakan harapan dan cita-cita dengan usaha maksimal agar Allah memberikan hasil yang maksimal pula. Tak ada segala sesuatu terjadi tanpa izin dari Allah. Bertawakkal lah hanya kepadaNya, mintalah hanya kepadaNya, dan berbaik sangakalah kepadaNya. Insya Allah, Allah pasti memberikan yang terbaik untuk kita atas proses yang telalh kita lalui.

Advertisements

2 thoughts on “Hidup adalah Proses

  1. hidup adalah proses, itu benar karena Hidup adalah Hasil, sedangkan Hasil membutuhkan Proses dan yang namanya Proses memerlukan Waktu.

    Naaa faktor inilah yang sering terlupakan, dan perlu diingat juga bahwa kondisi saat ini tanpa sadar memaksa kita untuk selalu berkompetisi, dan dalam kompetisi tersebut kita selalu dipaksa untuk memikirkan Hasilnya. Sekarang kembali pada sudut pandang kita masing-masing

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s