Ada Kerinduan dibalik Merahnya Senja


Sore hari, menjelang senja. Selasa 8 Februari 2011. Hari itu adalah hari tersibuk bagiku. Dimana aku harus menyelesaikan beberapa agenda pentingku yaitu mengajar. Jadwal hari Selasa bagiku terbilang sangat padat, dimana aku harus mulai mengajar sejak jam 7.15 pagi hingga jam 12.00. Sesi berikutnya berlangsung mulai jam 14.30 lanjut hingga jam 17.00 dan berakhir pada pukul 18.00 WIB. Eiiittt, masih ada lagi jadwal jam 18.30 sampai 20.00. Hehehehe,,ckckckck,,geleng2 kepala. But, Alhamdulillah semua berjalan dengan sangat lancarrr….

Mmmm, di sela-sela jadwal mengajarku aku biasa menyempatkan diri untuk mengistirahatkan diri dengan datang ke masjid shalat berjamaah. Lumayan lah buat nambah2 pahala, hehe. Waktu jeda shalat bagiku adalah waktu rehat yang sangat menyenangkan, selain berpahala terkadang aku sering menemukan fenomena2 spiritual yang membuatku terkagum, termenung, terharu, atau bahkan merasa malu dan berdosa.

Tak hanya itu,bagiku meluangkan waktu istirahat dengan mendatangi masjid adalah salah satu cara menenangkan diri dari penatnya bekerja yang paling jitu. Bagiku, masjid adalah salah satu tempat terindah dan ternyaman untuk menenangkan pikiran ditengah kesibukan bekerja. Masjid seolah telah memikatku untuk selalu rindu hadir setelah azan dikumandangkan. Suasana masjid yang hening adalah aroma terapi kesegaran yang menyejukkan pikiran di tengah kesibukanku.

Sore itu, sekitar pukul 18.10 aku menyempatkan diri untuk singgah di sebuah masjid. Setibanya di masjid, sesaat setelah aku melepas sepatuku, aku dikejutkan dengan suasana masjid yang mungkin tak biasa bagiku. Aku merasa terkagum dan tertegun saat seorang gadis kecil dengan jilbab lebarnya melintas begitu saja di depanku. Tampak dari kejauhan ia menenteng mukena di tangan kirinya sambil memegang mushaf di tangan kanannya. Ia berjalan menuju masjid sambil membaca mushaf yang ia bawa. Sesekali ia menggerakkan bibirnya sambil melihat ke arah depan seolah ia sedang menghafalkan ayat dalam Al Qur’an.

Di sisi lain masjid segerombolan anak kecil lain aku rasa sedang menghafal beberapa ayat yang hendak mereka setorkan sehabis shalat maghrib. Ada juga beberapa anak yang baru saja datang ke masjid dengan membawa sebuah mushaf di tangan. Sesampainya di masjid mereka langsung menempatkan diri di shaf, ada yang shalat sunah dan ada pula yang membaca mushaf kecil yang mereka bawa. Hmmm, subhanallah, semangat yang luar biasa. Suasana indah di sore hari yang membuat hati ini semakin terasa sejuk ditambah dengan semangat dan sifat anak2 yang masih lugu yang membuatku iri pada mereka.Belakangan aku baru mengetahui bahwa mereka adalah para santri rumah tahfizh di sebelah masjid.

Selepas shalat maghrib satu per satu dari mereka menyetorkan hafalannya kepada ustadz ataupun ustadzah. Sungguh, pemandangan dan suasana yang membuatku semakin merindukan suasana pesantren yang sudah cukup lama kutinggalkan. Semangat anak-anak penghafal al qur’an seakan memberikan angin segar bagi bangsa ini yang tengah carut marut. Aku hanya bisa berharap dan berdoa agar Allah senantiasa menjaga mereka, memudahkan mereka, dan menjadikan mereka para hafizh/hafizhah yang senantiasa menghidupkan agama ini. Amin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s