Decak Kagum Diantara Dua Senja


Senin, 6 Desember di sebuah masjid. Seorang pemuda menghentikan sejenak aktivitasnya saat senja menjelang. Menghadiri undangan agung dari Sang Khalik. Menjalankan kewajiban dengan penuh harap pada-Nya. Iqamat pun terkumandang, barisan shaf pun segera terpenuhi. Rapi, lurus, dan rapat layaknya pasukan perang nan gagah berani di medan perang. Hati sang pemuda tiba-tiba bergetar, dada seakan tersekap lalu terhenyak sejenak. Ia merasakan betapa indahnya suara ini. Terasa merdu, hingga fikir terbawa dan terhanyut suasana hening diantara kekhusyukan jamaah shalat maghrib.

Bacaan ummul kitab terasa begitu berbeda didengarnya. Seolah tiada pernah ia mendengar bacaan fatihah seindah itu sebelumnya. Sang imam pun melanjutkan bacaannya, dibacanya bacaan surat al insan mulai dari ayat yang pertama. Subhanallah, surat yang pernah ia hafal sebelumnya. Sang pemuda pun menyimak dalam shalatnya. Dirasakannya sungguh berbeda meski ia tak terlalu mengerti apa maknanya, namun kali ini suasana sungguh berbeda.

Sebelas hari kemudian, Jumat petang, 17 Desember di tengah guyuran gerimis. Di masjid yang berbeda, dua orang pemuda berkendara menuju sebuah masjid. Masjid yang telah lama tak mereka sambangi sejak ramadhan lalu. Kerinduan pun mulai terasa saat tiba di pintu utama masjid. Dan, shalat isya’ pun dimulai. Bacaan sang imam seakan membius nadi saat sang pemuda pun sadar bahwa sang imam sedang membaca bagian akhir surat Az Zumar. Sang imam yang masih teramat sangat muda dengan lancarnya menyelesaikan bacaannya di rakaat pertama tanpa celah sedikitpun. Lurus, lantang, tegas syarat akan makna hingga terasa menghunjam telinga serta menggetarkan hati. Betapa indah bacaan itu, lalu sang imam pun melanjutkannya pada rakaat kedua hingga tak terasa surat Az Zumar pun telah ia selesaikan dengan sempurna.

Subhanallah, keindahan apa yang sedang dirasakan sang pemuda saat ia mendengarkan serentetan murattal indah dari sang imam. Sang pemuda pun bergumam dalam hati, “Subhanallah, mereka bisa dengan lancar dan percaya diri bacaan Al Qur’an dari hafalan mereka. Ya Rabb aku ingin seperti mereka.” Sungguh anugerah yang sangat luar biasa saat sang pemuda bisa menikmati lembutnya lantunan ayat-ayat Allah yang selalu mempesona untuk dibacakan. Dan sungguh sebuah kenikmatan yang tiada terkira ketika telinga ini sanggup menyimak hafalan sang imam sekaligus meresapi makna yang terkandung di dalamnya. Dan akan menjadi sangat luar biasa seandainya sang pemuda bisa melakukan sebagaimana apa yang dilakukan oleh sang imam.

Sahabat-sahabatku, semoga cerita tadi dapat memotivasi kita untuk bisa menghafalkan ayat-ayat Allah dalam Al Qur’an. Mendorong diri ini untuk selalu istiqomah menjaga hafalan Al Qur’an. Sungguh, mendapatkan itu terlampau mudah ketimbang menjaganya begitu juga dengan menghafal Al Qur’an. Jangan terlalu mudah terlena dengan cepatnya atau banyaknya hafalan yang bisa diraih setiap harinya, tapi usahakanlah bahwa hafalan yang didapat bisa lebih lama lekat dalam hati dan pikiran kita. Para penghafal qur’an adalah para pembawa panji Islam dan penegak agama Allah yang selalu menebarkan pesona rahmatan lil ‘alamin ke seluruh penjuru dunia.

Ya Rabb, kuatkanlah hati ini untuk menjaganya, selalu menanamkannya dalam hati hingga terpancar dalam setiap langkah hidup ini. Ya Rabb, seandainya aku tak sanggup menghafalnya karuniakanlah kepada kami keturunan yang sanggup menghafalkannya, menjaganya, dan berakhlak dengannya. Anugerahkanlah kenikmatan kepada kami untuk selalu setia membacanya sehingga setiap hela nafas ini bernilai ibadah di hadapan-Mu. Karuniakanlah hati ini kecintaan kepada Al Qur’an agar hati ini senantiasa diliputi ketenangan dan kebahagiaan. Amin…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s