Berbagi Cerita, Ada Proses dan Hasil Akhir


Beberapa hari terakhir ada sekelumit kejadian yang membuat hidup ini serasa memiliki dua sisi berbeda. Kedua sisi itu adalah proses dan hasil akhir. Berbagai ujian, kesenangan, kesibukan, kelonggaran waktu, dan banyak lagi warna-warni hidup yang telah aku lalui. Mulai dari kesibukan mengurus rumah kontrakan, cucian baju yang menumpuk, kesibukan mengajar, waktu-waktu longgar tak jelas hadir mengisi hari-hariku. Sungguh, hidup ini indah ketika aku bisa menikmati dan menjalani semuanya dengan senang hati. Apapun kondisinya aku selalu berusaha untuk tetap melakukan yang terbaik.

Aku awali dari ujian hidup yang mulai mengisi petak-petak kosong dalam sawah kehidupanku. Beberapa hari yang lalu pendaftaran wisuda dibuka. Aku pun mulai mempersiapkan segalanya. Mulai dari persyaratan yang harus aku penuhi, mencari info persyaratan, sampai menyiapkan uang untuk membayar wisuda.Hmmmmmmm, sebenarnya semua telah kupersiapkan jauh-jauh hari, namun inilah takdir. Aku mesti ikhlas menjalaninya. Birokrasi fakultas yang sedikit rumit, kebutuhan uang yang mesti kupenuhi, dan waktu yang mendesak membuatku harus bekerja ekstra agar semuanya selesai tepat waktu. Meskipun aku harus mondar-mandir mulai dari rumah kontrakan, rental, bank, kos teman, fakultas, perpus sampai rektorat yang membuat baju ini basah kuyup karena derasnya keringat.

Kamis, 9 desember 2010 di PAU. Aku bergegas dengan semangat 2010 untuk menjalani sesi terakhir pemotretan..loh??!! Sesi terakhir dari rangkaian pendaftaran wisuda ding!! Dan akhirnya semua persyaratan kuserahkan kepada petugas dan……………. Jreng!!!! “Sudah mas, selesai”, kata terucap dari ibu petugas pendaftaran wisuda di bagian akademik PAU lantai 2. Kata-kata tadi membuat lega perasaanku. Ia telah berhasil mengubur rasa payahku selama dua hari yang lalu. Alhamdulillah, semua persyaratan telah kupenuhi meski sedikit melelahkan namun akhirnya senyum terpancar ikhlas dari raut wajahku yang telah sedikit kehilangan semangat ini.

Ujian kedua datang hampir di sore hari. Aku harus berjuang melawan derasnya hujan dan dahsyatnya kilat yang tiada henti menyambar kala aku pergi mengajar. Belum lagi jarak tempatku mengajar yang bisa dibilang memakan waktu sehingga membuat kaki ini terkadang berat untuk melangkah. Dinginnya angin malam disertai rintik-rintik hujan pun selalu akrab menemaniku saat aku pulang bekerja. Terkadang pula diri ini terlalu zhalim sampai-sampai makan malam pun harus rela kutunda karena kesibukanku.

Jumat, 10 Desember 2010. Siang hari sekitar pukul 13.30, pertemuan instruktur smart di salah satu kantor cabang tempatku bekerja. Di salah satu ruang pertemuan, tiba-tiba rekan kerjaku dengan ramah menghampiriku sambil menyodorkan tanda terima honorariumku sebulan lalu, ”Mas Aan (sapaan akrabku di kantor), ini ada HR bulan lalu. Silahkan tanda tangan”.

Tak kuduga, kali ini ia datang tepat waktu. Tepat setelah sebagian tabunganku terkuras untuk membayar ongkos service motor, jilid skripsi, dan membayar biaya wisuda. Subhanallah, rizki itu sungguh datang dari arah yang terkadang tak pernah disangka. Ia benar-benar datang padaku di waktu dan tempat yang tepat. Semua rasa jenuh dan lelah serasa lenyap tak berbekas. Kepayahan mengajar di kelas seakan terbayar kontan dengan apa yang kuterima. Akan tetapi, dibalik semua itu aku selalu berusaha untuk tetap mengikhlaskan hati agar niat ini tak bergeser. Agar niat ini selalu lurus bekerja karena mencari keridhaan Sang Khaliq.

Lewat cerita ini aku hanya ingin berbagi. Berbagi tentang betapa besarnya karunia Allah yang tiada henti mengalir. Bebagi tentang rumitnya sebuah proses yang terbungkus rapi sehingga tak tampak rumit dalam sebuah kata yaitu perjuangan. Juga berbagi tentang keelokan hasil akhir yang selalu hadir saat proses berada pada titik akhir.

Allah Maha Adil, Maha Pemurah, dan Maha Menguasai Segala Sesuatu. Tanpa kemudahan dari-Nya, aku tak akan bisa berbuat banyak. Aku bersyukur dibalik segala kepayahanku akhirnya semuanya berakhir dengan indah. Meski proses yang kulalui tak seindah hasil yang kunikmati tapi aku sangatlah bersyukur atas kemudahan, kekuatan, dan kelancaran yang Allah berikan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s