Mumpung Masih Ada Waktu, Nyatakan Cintamu dan Bersungguh-sungguhlah…..


Akhir-akhir ini, aku mulai merasakan keanehan-keanehan dalam sisi kehidupanku. Banyak aktivitas yang terasa tak berguna. Aku telah membuang-buang banyak waktu untuk hal-hal yang kurasa tak terlalu penting bagiku. Yah, aku hanyalah manusia biasa yang terkadang kalah juga dengan berbagai macam godaan aktivitas yang tampaknya menyenangkan tapi kurang bermanfaat. Usut punya usut, aku menyadari bahwa aku melakukan hal-hal yang kurang penting karena aku kehilangan beberapa aktivitas rutinku. Aku pun mulai berpikir untuk bisa kembali bagaimana agar aku bisa menemukan aktivitas-aktivitas penting yang akhir-akhir ini menghilang. Satu per satu aku telusuri apa aktivitas-aktivitas itu.

Aha,,,finally,I found it!!! Untuk yang pertama, ternyata skripsi menjadi salah satu aktivitas terpentingku dalam beberapa bulan terakhir yang telah mengisi nyaris 50% aktivitasku. Akibatnya, setelah skripsi selesai aku pun merasa hampa, kehilangan, sedih, dan kesepian ( maaf, lebay dikit boleh ya..:p). Kini tak ada lagi teman akrabku bernama skripsi dan scripting yang selalu setia menemaniku selama kurang lebih lima bulan terakhir ini. Skripsi yang telah menyatu dengan jiwa dan ragaku, yang selalu membuatku bercucuran keringat saat aku menggarapnya kini semua telah berakhir. Tak bisa dipungkiri perpisahanku dengannya membuatku sedikit sedih, namun demikian aku tak mau menemuinya lagi dalam bentuk yang sama yaitu “SKRIPSI LAGI”,,hehe…

Setelah skripsi,,, aku mencoba mencari aktivitas penting lainnya yang telah pergi meninggalkanku. Dan ternyata,,, dan ternyata,, dan ternyata,,, ia adalah MADIN alias madrasah diniyah. Selama kurang lebih empat tahun terakhir, madin telah mengisi indahnya malam-malamku. Menghiasi perjuanganku ditengah perkuliahanku. Madin yang menjadi “Sang Protagonis” bagi aktivitas keseharianku karena efek positifnya bagiku. Namun di sisi lain ia pun terkadang menjadi “Sang Antagonis” yang melawan arus perkuliahanku saat tugas-tugas menumpuk. Tapi secara keseluruhan, perjalanan malamku selalu indah dengan kedatangannya. Madin yang selalu kutunggu, kunanti, dan kurindu dikala senja memerah. Waktu setelah isya yang biasa diisi dengan kegiatan belajar agama di madin kini sirna sudah. Kelulusanku dari madin yang ditandai dengan wisuda santri pada 3 Juni 2010 lalu, telah membuatku kehilangan hampir setengah dari 50% semangatku. Kini pun aku hanya bisa menikmati suasana lain belajar agama di Ma’had ‘Aly. Dan di sini pulalah aku merasakan betapa menyesalnya diriku. Kenapa aku harus lulus dari madin yang membuatku harus naik kasta ke Ma’had ‘Aly?!! Madin telah membuatku sedikit lebih bisa membaca kitab tanpa harakat, telah mengubah pola pikirku dalam memahami Islam, mengubah kepribadianku dalam ber”Fiqh”, dan telah menyulut semangatku dalam bersaing untuk meraih prestasi terbaikku. Madin benar-benar telah membasahi hatiku. Ia menghidupkan semangatku dalam menuntut ilmu, menyuburkan tandusnya hati yang kering dari ilmu, serta menjernihkan pikiranku.

Ternyata,,aku terlambat menyadari bahwa madin telah banyak membuatku berubah. Aku merasakan betapa cepatnya aku lulus. Aku masih ingin bersanding ria dengan skema indah Jurumiyyah. Aku masih ingin berlama-lama bersyair ria dengan Nazhom ‘Imrithy, aku masih ingin terus menikmati asyiknya ber”tashrif” dengan teman-temanku, aku masih ingin terus berdiskusi tentang qowaid fiqhiyyah, mecatat catatan qowaid asasy, meng”I’rob”, meng”I’lal”, dan menghafal kaidah fiqh. Hingga kini aku masih tak percaya bahwa kini aku sudah berhenti untuk saling koreksi dalam qiroatul kutub. Sungguh, begitu cepat mereka sirna dari kehidupan ini, secepat sirnanya sambaran kilat yang muncul di tengah labatnya hujan yang tak kunjung mereda. Akan tetapi, aku tak ingin apa yang kudapat sirna begitu saja. Aku ingin mereka semua mengukir dengan pahatan yang jelas di hati dan pikiranku.Aku ingin meraka semua selalu menyatu dalam langkah-langkah hidupku.

Aktivitas ketiga yaitu kuliah. Saat itu, Kuliah adalah aktivitas terkadang membuatku jenuh, bosan, muak, dan tak betah untuk berlama-lama bergelut dengannya. Tapi kini, kejenuhan, kebosanan, rasa muak, dan ketidakbetahan saat masa perkuliahan tak lagi kudapati. Dan parahnya semua rasa itu malah bertransformasi menjadi kerinduan yang teramat sangat (wah,,wah,, piye to iki??). Kini, hanya sedikit sisa-sisa catatan (emang dulu aku nyatet ya??!! :p), jejak KRS, KHS, materi kuliah, dan soal-soal ujian yang tertinggal dalam arsip perkuliahanku. Kuliah yang dahulu sangat akrab, dekat, dan selalu ada mengisi hari-hariku kini tak lagi bisa lagi beramah tamah denganku. Mereka tak lagi pernah hadir menyapaku karena kuliah tak lagi menjadi bagian aktivitasku. Mungkin nanti aku akan menemukan mereka kembali dalam bentuk dan suasana berbeda saat aku meneruskan kuliahku.

Kuliah adalah sebuah pembentukan diri. Dari kuliah aku mengerti, mengerti bagaimana membagi waktu untuk mengerjakan tugas, mengulang pelajaran (kayaknya jarang, atau malah tidak pernah???!!), dan mengerti bagaimana menjaga persaingan IPK dengan teman-temanku (hehe,,,peace friends!!!). Perkuliahan telah membuatku memahami apa yang sebelumnya tak pernah aku pahami. Kuliah adalah pembentukan kedisiplinan, perwujudan kreativitas, dan juga sebuah refleksi dari intelektualitas. Dengannya wawasanku bertambah, pola pikirku berkembang, dan membuat otakku selalu bekerja. Masa-masa kuliah sungguh indah dan tak akan pernah ada yang bisa melukiskan keindahannya secara utuh. Karena terkadang perkuliahan adalah hal abstrak, tak jelas seperti ini -> ^%A+?>,#@1!~. Kuliah yang kurindukan sekarang adalah aktivitas yang dahulu membuatku selalu bercucuran keringat (maklum ruang kelas gak ada kipas,,,), berdarah-darah (hiperbolis dikit yah!!^_^), dan membuat semangat juangku selalu ada.
Kini, aku pun hanya bisa mengingat semua aktivitas-aktivitas pentingku saat itu. Akan selalu kusimpan mereka dalam harddisk kehidupanku, kubebaskan dari virus-virus pengganggu, dan akan selalu kukenang selamanya sebagai salah satu aktivitas yang telah membentuk karakter kepribadianku.

Masa sekarang adalah masa yang harus kulewati saat ini, bukan masa lalu dan bukan masa yang akan datang. Masa sekarang adalah masa emas untuk selalu beraktivitas positif. Masa sekarang adalah masa-masa produktif untuk berkarya. Masa sekarang hanya ada untuk saat ini bukan kemarin dan bukan pula esok. Mumpung masih ada waktu, aku ingin menyatakan cintaku pada diriku dan orang-orang di sekitarku. Bahwa aku sangat mencintai hidupku, menikmatinya, dan aku akan bersungguh-sungguh dalam menjalaninya hingga raga ini berpisah denganruhku. Dan aku, dengan lantang berkata pada diriku, “Nikmatilah masa sekarang karena ia hanya ada untuk saat ini, jalani dengan ikhlas, ceria, dan penuh cinta. Mumpung Masih Ada Waktu, Nyatakan Cintamu dan Bersungguh-sungguhlah, karena waktu terus berlalu.”

Advertisements

3 thoughts on “Mumpung Masih Ada Waktu, Nyatakan Cintamu dan Bersungguh-sungguhlah…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s