Pengalaman Berharga…


Kisah ini berawal dari pengalaman pribadiku yang membawa banyak hikmah untukku. Flash back sedikit ya, dulu pas awal-awal terima honor, aku biasanya langsung pergi ke super market untuk membeli kebutuhan-kebutuhanku sehari-hari. Aku masih belum berpikiran untuk mulai menabung ataupun menyisihkan uang untuk bersedekah. Setelah beberapa kali aku menerima honor, aku merasa Allah mulai mengingatkanku. Aku sangat sering menerima kejadian ban bocor lah, ganti ban lah, sakit lah, dan hal-hal lain yang membuatku terpakasa mengeluarkan uang sesaat setelah aku gajian.

Kembali ke masa sekarang…… Kira-kira sekitar sebulan yang lalu, seperti biasa aku masih mengajar sekedar untuk refreshing dan belajar hidup mandiri untuk memenuhi kebutuhan hidupku. Meskipun sebenarnya orang tua masih memberikan andil dalam urusan finansial, namun aku berusaha agar aku bisa mencukupi kebutuhanku sendiri dengan bekerja sebagai pengajar di salah satu bimbingan belajar. Aku berharap gaji yang tak seberapa itu bisa membantu meringankan orang tuaku dan mulai menyisihkan sebagian uang untuk keperluan hidupku di masa mendatang. Alhamdulillah, setelah sekitar empat tahu berjalan uang yang kuterima pun semakin bertambah.

Sekitar sebulan terakhir ini aku merasakan ada beberapa hal yang kurang biasa karena uang bulanan dari honor mengajar bisa dibilang telat atau bahkan lumayan telat. Sampai-sampai aku baru sadar bahwa honor mengajar di salah satu kantor cabang selama dua bulan belum kuterima. Tapi syukurlah, masih ada sedikit tabungan yang bisa diambil sewaktu-waktu meskipun terkadang sayang untuk mengambilnya. Alhamdulillah masih ada juga honor dari tempat lain yang cukup membantuku menyambung kehidupan sehingga aku masih bisa bernapas lega. Biasanya setelah honor kuterima aku segera pergi ke bank untuk menyelamatkan uangku. Tahu sendiri kan, anak muda, masih sendiri alias belum berkeluarga, bawa uang banyak, bisa bahaya kalo nggak bisa memenej duit, bisa habis tuh duit seharian, hehe. Akan tetapi, kebahagiaanku tak berlangsung lama karena beberapa hari setelah itu aku mengalami beberapa ujian. Bisa dibilang ujian ini biasa aku alami ketika awal-awal aku bekerja sehingga kadang aku menganggap itu hal biasa. Tapi kejadian kali ini membuatku sedikit membuatku terengah-engah lantaran kesemuanya terjadi secara bertubi-tubi.

Kali ini, aku merasa benar-benar sedang diuji terutama uji kesabaran. Tak pernah kubayangkan karena aku menghabiskan uang yang jumlahnya tak pernah aku duga sebelumnya bahkan melebihi honorku dalam sebulan. Kesemuanya terjadi serentak dan mendadak begitu saja tanpa ada waktu buatku untuk bersipa-siap terlebih dahulu ( ya iyalah, ujian hidup gitu loh,, mana ada kasih kabar dulu,,hehe ). Seperti biasa, aku jalani semua dengan santai meski terkadang ngoyo juga, but overall it’s ok lah asal jangan tiap hari begini, hehe.

Subhanallah, semuanya sungguh benar-benar ajaib. Mulai dari kebutuhan service motor yang minta ganti spare part, spion patah, jam tangan rusak, bayar ongkos listrik rumah kontrakan, butuh ganti cartridge, beli kertas, ongkos jilid skripsi, wah wah wah,, masih banyak lagi, tak usah disebutkan semuanya , Alhamdulillah semua itu bisa tercukupi. Aku tak habis pikir bahwa aku bisa memenuhi semua kebutuhan tadi. Secara logika terkadang tak masuk di akal, tapi secara fakta hal itu benar-benar nyata. Sampai-sampai aku terheran-heran, saat aku membutuhkan hal-hal urgent seperti ini kenapa aku bisa memenuhi semua dengan gampang. Tapi aku yakin Allah telah merencanakan semuanya, sehingga aku tak perlu merasa pusing dibuatnya.

Terkadang aku berpikir bahwa hidup ini adalah sebuah permainan game dimana aku harus melewati tahapan sulit untuk bisa naik level. Setiap level pun, tentu memiliki kesulitan-kesulitan yang berbeda-beda. Semua yang aku alami aku anggap sebagai ujian yang bisa membuatku untuk bisa melewati level ini dan meningkat ke kasta yang lebih tinggi. Dalam benakku, aku selalu percaya bahwa ada Allah yang selalu mencukupiku dan mengatur segalanya dengan indah.

Dari berbagai ujian itu yang kesemuanya berkaitan dengan uang, materi, rizki, dan yang semacamnya; ingatlah bahwa ada hak-hak orang lain dalam rizki kita. Dengan berbagi berarti Allah akan selalu menambah rizki buat kita, meskipun secara kasat mata berkurang jumlahnya akan tetapi sebenarnya rizki kita tak berkurang dan justru bertambah. Bisa kita ibaratkan ketika kita mempunyai segelas air, semakin banyak air yang terbuang maka akan semakin banyak pula air yang akan mengisi gelas kita untuk menggantikannya. Prakteknya, saat kita merasa rizki kita berkurang, habis, atau bahkan hilang yakinlah bahwa saat itu akan ada rizki yang datang pada kita. Meskipun terkadang tak berwujud dalam hal uang atau materi yang tampak. Bisa juga Allah menggantinya dengan hal-hal lain seperti kita diselamatkan dari bahaya, kita diberi kesehatan, dan lainnya.

Aku pun berkeyakinan bahwa Allah tak pernah salah dengan jatah rizki yang diberikan kepada hamba-Nya. Allah tak pernah ingkar dengan janji-Nya dan Allah pasti menjamin rizki untuk semua makhluk-Nya. Allah selalu memberikan beban kepada hamba-Nya sesuai dengan kemampuan. Jangan pernah khawatir dengan apa yang terjadi pada kita karena Allah sudah mengemas segalanya sesuai dengan kemampuan kita.
Aku pun berkesimpulan bahwa Orang yang kaya bukanlah orang yang hartanya melimpah akan tetapi orang yang kaya adalah orang yang selalu berkecukupan saat ia membutuhkan sesuatu dan bersyukur terhadap apa yang ia miliki.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s