Saat Malas Melanda .. ..


Friend, sebagai manusia biasa tentu kita pernah diserang rasa malas untuk melakukan amalan-amlan shalih dalam kehidupan kita. Rasa malas akan tumbuh subur saat kita selalu saja menurutinya. Ia bak jamur di musim hujan yang memenuhi kebun kehidupan kita.

Friend, malas adalah virus-virus ganas yang menggerogoti diri kita secara perlahan tapi pasti. Oleh karena itu,jangan biarkan rasa malas hinggap terlalu lama dalam diri kita. Jangan pernah biarkan ia hanya sekedar mampir atau bahkan tak usah kita izinkan untuk bisa masuk ke dalam kehidupan kita.

Mmmm, mengusir rasa malas butuh strategi tentunya. Mungkin sebagian dari kita malahan bangga dengan kemalasannya. Na’uzhubillah…. Friend, malas dalam beramal shalih itu datang dari syaithan musuh kita, tak layak bagi kita untuk ‘bermesraan’ dengan sang musuh yang akan menghancurkan hidup kita.
Ok, saat malas melanda kita butuh strategi jitu untuk mengusirnya. Jangan pernah biarkan rasa malas menghantui kehidupan kita. Toh, seandainya ia telah datang untuk masuk ke dalam diri kita jangan biarkan ia terlalu lama bermain-main mempermainkan diri kita. Gimana caranya??!!! Let’s start from beginning :
1. Paksakan diri
Yap, memaksakan diri adalah salah satu cara ampuh untuk membunuh kemalasan. Kita bisa ambil contoh ketika kita malas untuk melakukan amalan ibadah shalat subuh berjamaah di masjid. Pemaksaannya adalah dengan memasang jam beker lebih dari satu yang kita tempatkan di tempat-tempat yang agak berjauhan. Dengan begitu insya Allah kita akan bisa terbangun meski dengan terpaksa. Hehe….

2. Tetap lakukan meski dengan porsi yang berbeda
Terkadang rasa malas bisa timbul karena porsi ibadah yang selama ini kita lakukan teralmpau berat bagi kita. Kita biasa memaksakan diri untuk bisa melakukan ibadah yang porsinya mungkin masih belum pas untuk orang-orang yang satu lebel dengan kita. Untuk amalan ibadah sunnah misalnya kita bisa mengurangi porsi ibadah kita. Jika biasanya kita bisa shalat dhuha 4 rakaat atau lebih, kita bisa tetap memaksa diri untuk shalat dhuha meskipun hanya sekedar 2 rakaat…. Coba saja…

3. Cari alternatif
Rasa malas mungkin timbul karena kejenuhan. Selama ini kita terkadang kurang pandai dalam melakukan variasi terhadap aktivitas kita yang terkait dengan ibadah (variasi di sini bukan ibadah yang tidak disyariatkan loh..hehe). Variasi ibadah di sini maksudnya adalah alternatif ibadah lain yang mungkin nilainya bisa dikatakan setara atau nyaris setara namun dilakukan dengan cara yang berbeda. Contohnya kita sedang dilanda malas untuk membaca al Qur’an. Nah, kita bisa ganti dengan mendengarkan murattal dari para syeikh terkenal seperti As Sudais, Ash Shuraim, Al Ghomidi, Mishary al ‘Afasy, dan masih banyak lagi suara-suara merdu yang bisa kita dengarkan. Insya Allah amalan pengganti tadi tetap bernilai pahala jika kita benar-benar ikhlas lillah.

Overall, semua strategi di atas hanyalah bagian dari usaha kita sebagai manusia yang memang lemah dan tak berdaya. Ingat friend, segala amalan kita tak akan ada artinya jika tidak diniatkan ikhlas mengharapkan ridho Allah. Mulailah untuk bangkit dari rasa malas dengan memohon doa kepada Allah sebagaimana telah dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Semoga Allah selalu memudahkan jalan kita utnuk mengusir, membunuh, dan menyerang rasa malas yang sungguh amat sangat berbahaya. Insya Allah…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s