Petuah-petuah Cinta Sang Guru Bagi Sang Pecinta Ilmu . . . . , , ,


Friend, mungkin sebagai penuntut ilmu pasti kita pernah merasa jenuh, bosan, atau bahkan muak dengan segala rutinitas belajar maupun ibadah kita. Mmmm,, aku hanya ingin berbagi saja, barangkali ada sebagian dari kita yang , merasa terkoreksi, tersindir, semakin termotivasi dan bahkan semakin bertambah semangatnya setelah membaca untaian hadits dari teladan kita Rasulullah shallallohu ‘alaihi wa sallam, atsar para shahabat, atau rangkaian kata-kata hikmah dari para ulama. Aku merasakannya,, saat aku merasa tak nyaman dan berat dalam proses belajar ini, kata-kata indah Sang Guru begitu indah di telingaku saat ia bertutur padaku, elok di mataku saat percikan tintanya terbaca olehku, dan begitu menyejukkan otak saat fikir ini merenunginya.

Friend, mungkin kita sedikit bosan membacanya, karena begitu panjang kalimatnya. Tapi tak ada salahnya jika kita mau sedikit bersusah payah membaca aku yakin betapa banyak hikmah yang bisa kita dapat darinya. Dan aku awali dengan hadits tentang niat karena ialah yang membedakan antara kebiasaan/adat dengan ibadah. Dan niat adalah awal dari sebuah aktivitas yang harusnya bernilai ibadah. Okey friend, selamat membaca dan semoga kita termotivasi !!!!

“Segala amal itu tergantung niatnya, dan setiap orang hanya mendapatkan sesuai niatnya.” (HR. Bukhari-Muslim)

Tentang ilmu :
“Barang siapa menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, pasti Allah memudahkan baginya jalan ke surga.” (HR. Muslim)

“Semua manusia adalah mati kecuali yang berilmu, semua yang berilmu terlelap kecuali yang beramal, semua yang beramal tertipu kecuali yang ikhlas” (Imam Asy Syafi’i)

“Cita-cita yang tinggi hanya bisa diraih dengan himmah ‘aliyah (motivasi yang tinggi) dan niyyah shahihah (niat yang benar) “ (Ibnu Qayyim)

“Ilmu dan amal adalah saudara kembar, ibu dari keduanya adalah motivasi yang tinggi” (Ibnu al Jauzi)

“Seorang pencari ilmu haruslah memiliki tekad yang tinggi dan semangat yang menggelora dalam menggali ilmu, serta rasa bahagia yang tak pernah terpuaskan akan ilmu itu sendiri” (‘Aidh Al Qarni)

“Dan termasuk adab-adab seorang penuntut ilmu yang sangat ditekankan adalah hendaknya ia bersemangat dalam belajar, menekuninya di seluruh waktu-waktu yang memungkinkan baginya, dan janganlah merasa cukup dengan ilmu yang sedikit dalam keadaan dia mampu untuk mencari yang banyak, namun jangan memaksakan diri mencari apa-apa yang tidak mampu agar tidak menjadikan dia bosan dan menghilangkan ilmu yang telah dia dapatkan. Dan hal ini berbeda-beda sesuai dengan perbedaan manusia dan keadaannya” (Imam An Nawawi)

“Sifat-sifat ketergesaan adalah berkata sebelum berilmu, menjawab sebelum faham, memuji sebelum mencoba, serta mencela setelah memuji. Orang yang tergesa-gesa akan disertai dengan penyesalan, sedangkan keselamatan akan menghinakannya” (Syeikh Su’ud Ash Suraim, Imam Masjidil Haram)

“Kesungguhan dalam belajar beroleh pada keberhasilan, namun keberhasilan tak akan berarti apapun tanpa diiringi dengan ketaatan”

“Pangkal ilmu adalah mendengarkan sebaik-baiknya, kemudian memahaminya dan sesudah itu mengingatnya, akhirnya diamalkan dan disebarkan”

Tentang motivasi, optimis, kesuksesan, dan ketegaran :

“Jika sampai dihadapanmu suatu bentuk kebaikan maka kerjakanlah meskipun berat, niscaya kelak kamu akan senang menjalaninya” (Amru bin Qais Al Mala’i)

“Kewajiban yang kita miliki lebih banyak dari waktu yang tersedia, maka gunakanlah waktu sebaik-baiknya” (Imam Asy Syafi’i)

“Anugerah yang paling agung adalah rizki rasa pasrah total atas takdir-Nya yang pedih, sementara anda terus-menerus menjalankan perintah-Nya dengan konsisten tanpa tergoyahkan” (Ibnu Athaillah)

“Tegarlah dalam menghadapi ujian karena fajar pahala mulai menjelang, malam cobaan mulai menghilang, sang pejalan disambut dengan pujian, hampir menuntaskan gulitanya malam. Matahari pahala tiada sedikitpun menghadirkan baying-bayang sehingga sang pejalan telah sampai ke rumah keselamatan” (Ibnu al Jauzi)

“Manusia paling ulama bagi dirimu adalah yang membantumu untuk takut kepada Allah” (Al Mughirah bin Syu’bah)

“Menciptakan kebiasaan baru adalah kunci sukses, jika ingin sukses maka mulailah menciptakan kebiasaan-kebiasaan yang akan membawa kepada kesuksesan”

“Optimis adalah menyadari masalah dan mencari solusi, mengetahui kesulitan dan yakin bahwa kesulitan dapat diatasi, melihat negative tapi menekankan positif, menghadapi yang terburuk namun mengharapkan yang terbaik, mempunyai alasan untuk menggerutu tetapi memilih untuk tersenyum”

Advertisements

2 thoughts on “Petuah-petuah Cinta Sang Guru Bagi Sang Pecinta Ilmu . . . . , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s