Kekuatan Rahasia dibalik doa Sang Ayah….


Kisah ini bermula dari seorang remaja berusia 18 tahun yang lulus dari SMA favorit di Kota Pelajar. Pemuda tersebut adalah pemuda yang bisa dikatakan masih sangat labil dan emosional. Setelah lulus SMA, ia dihadapkan dengan dua pilihan sulit oleh ayahnya. Suatu saat ayahnya berkata kepada sang pemuda, “ Wahai anakku kini engkau telah lulus SMA, aku berencana hendak mengirimkanmu ke pondok pesantren. Tapi kalau engkau tidak berkenan aku akan memintamu untuk tinggal di kos dan menimba ilmu di pesantren.”

Hari pun berlalu, sang pemuda pun akhirnya patuh pada perintah ayahnya. Ia memilih untuk tidak tinggal di pesantren dikarenakan suatu alasan. Awal mula kehidupan di kos ia merasa jenuh, bosan, dan merasa tak punya kawan. Maklumlah, ia adalah anak yang mungkin bisa dibilang sulit bergaul di lingkungan yang masih asing dan baru baginya. Hari-harinya pun berlalu dengan rutinitas yang bisa dibilang standar banget buat anak kos yang kuliah oriented. Maklum saja masih semester satu, saat-saat bersemangat untuk kuliah. Pagi hari ia gunakan waktu untuk kuliah, sore baca buku, dan malam harinya mengaji di pesantren dekat kos. Huffffff,, terkadang melelahkan juga mengingat banyaknya tugas kuliah yang didapatnya waktu itu. Seminggu sekali, ia masih menyempatkan diri untuk pulang ke kampong halaman yang memakan waktu sekitar 25 menit dari tempat kosnya — enggak jauh kok ngekos!!!

Semester satu hampir berakhir, tiba-tiba ia mendapat tawaran dari sang ayah untuk bekerja di tempat kerja yang sama dengan ayahnya. Tanpa pikir panjang pemuda itu pun mengiyakan tawaran sang ayah. Satu setengah tahun ia bekerja sebagai pengajar, akhirnya ia pun naik grade. Pada mulanya ia adalah pengajar dengan grade C tapi sekarang Alhamdulillah sudah grade B. Patut disyukuri mengingat kegiatan si pemuda yang bisa dikatakan padat. Selain prestasi itu, ia pun mulai faham tentang ilmu-ilmu agama yang dulu hanya sebuah formalitas yang bisa didapat di sekolah, mengingat ia tak pernah duduk di sekolah agama. Syukur deh, masih diberikan Allah kemudahan.

Di sisi lain, ia mulai menyadari dan mulai bisa memahami bahwa apa yang dilakukan ayahnya terhadap diri sang pemuda adalah hal yang dirasa tepat. Dahulu, sang pemuda adalah anak yang bisa dibilang enggak mandiri, susah diatur, egois, temperamental, dan sulit bergaul. Ia sadar, bahwa ayahnya menyuruh ia keluar dari rumah setelah lulus adalah untuk mengajarkan bagaimana hidup mandiri, bagaimana menyesuaikan diri dengan lingkungan baru, bagaimana berempati dengan orang lain, bagaimana susahnya hidup dengan biaya sendiri, dan masih banyak lagi pelajaran hidup yang dapat dipetik oleh sang pemuda.

Terkadang pemuda itu masih saja terheran-heran dan bingung kenapa ia bisa berubah sedemikian rupa. Ia bersyukur memiliki sang ayah yang tahu bagaimana mendidik putranya dan mampu memahami kondisi jiwa sang anak. Dalam benaknya, sang pemuda itu pun berpikir bahwa inilah jalan terbaik yang Allah berikan baginya melalui petunjuk sang ayah. Ayah sering kali mengisahkan betapa susahnya kehidupan ayah pada saat beliau masih kecil. Ayahnya adalah seorang anak yatim yang harus berjuang untuk tetap sekolah dan membantu ibunya untuk membiayai hidup ketiga adiknya. Ayahnya sering membandingkan dengan kehidupan sang pemuda kini yang dirasa tak ada apa-apanya dibanding dengan kesulitan beliau. Si pemuda pun tersadar betapa mudahnya kehidupannya yang ia alami selama ini. Sang ayah pun berpesan kepada si pemuda,”Kesulitanmu sekarang adalah kepayahanmu dalam belajar dan menuntut ilmu. Dan itu adalah jihadmu di jalan Allah. Aku selalu mendoakanmu agar engkau bisa menjadi contoh buat adik-adikmu dan bisa bermanfaat bagi orang lain.” Huffffff, betapa hebat sang ayah yang telah rela berjuang untuk mendidik putranya agar menjadi anak yang sukses.

Advertisements

3 thoughts on “Kekuatan Rahasia dibalik doa Sang Ayah….

  1. Bagus kata-kata bapaknya 😀

    ”Kesulitanmu sekarang adalah kepayahanmu dalam belajar dan menuntut ilmu. Dan itu adalah jihadmu di jalan Allah”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s