Belajar Yuk!!


Belajar, belajar dan belajar. Mungkin kata-kata itu tak asing di telinga kita. Kata belajar mungkin juga menjadi kata yang tak enak didengar bagi segelintir orang. Betapa tidak, sejak kecil mulai dari kita SD sampai sekarang ini (baca : kuliah) belajar merupakan sebuah keharusan dan keseharian rutin buat kita-kita. Sampai-sampai belajar itu menjadikan sebuah momok buat anak-anak yang selalu kena marah karena enggak mau belajar. Ya kan??

Jadi inget sebuah hadits yang pernah kuhafal waktu SD dulu yang artinya “Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim laki-laki dan muslim perempuan”. Maaf ya, aku belum menemukan hadits itu riwayat siapa, tapi insya Allah itu hadits shahih kok J. Oh iya, yang mau cari rujukan bisa dicek di kitab Ta’limul Muta’lim karya Syekh Ibrahim bin Ismail. Kitabnya lumayan populer di kalangan pondok pesantren kok. Biasanya dikaji buat para pemula yang baru mulai nyantri gitu deh.
Sip lah, kembali ke pokok bahasan. Sebenernya apa sih yang dinamakan belajar itu? Terus apa nih kaitannya sama tu hadits? Sabar bro!! Abis ini insya Allah bakal dijelasin, step by step yach.
Belajar itu adalah sebuah keharusan buat kita-kita sebagai manusia yang mana Allah sudah memberikan karunia berupa nikmat akal dan otak yang bisa kita gunakan untuk berpikir. Dengan belajar, berarti kita telah memaksimalkan potensi otak kita. Selain itu, dengan belajar berarti kita juga telah menunjukkan rasa syukur kepada Allah atas karuniaNya berupa akal dan otak yang sehat. Belajar merupakan aktifitas otak dimana kita menggunakan segala potensi dan mencurahkan kemampuan otak kita untuk melakukan sesuatu. Masih inget gak yah ketika kita masih imut, lucu, dan belum lancer bicara? Waktu itu, kita sering kan menirukan apa yang dikatakan oleh ayah dan ibu kita? Atau waktu kita merangkak, merambat, lalu berjalan dan terjatuh? Setelah terjatuh kita jadi ngerti gimana caranya jalan biar gak jatuh kan?? Terus lama-lama kita jadi biasa dengan yang namanya bicara dan berjalan. Nah, semua aktifitas tadi bisa dikatakan aktifitas belajar. Coba lihat sekarang??? Apa ada ya, anak yang udah kuliah masih aja belajar jalan ??? gak banget deh!!! Dari contoh-contoh di atas bisa disimpulkan bahwa dengan belajar kita jadi tahu, dengan belajar kita jadi bisa, dan dengan belajar kita akan jadi biasa.

Terus apa ya hubungannya antara belajar sama hadits tadi???
Nah, sekarang saatnya beraksi… eh bukan, saatnya mengkaji!! Yang namanya belajar tentu tidak akan pernah lepas dari yang namanya ilmu. Betul tidak? Seseorang akan menguasai sebuah ilmu tentu hanya dengan tekun mempelajarinya alias harus rajin belajar. Liat deh, salah satu ulama kelahiran Najd bernama Iyas bin Mu’awiyah Al Muzani. Beliau adalah salah seorang ulama yang tekun. Sejak kecil, beliau sudah bolak-balik Damaskus hanya untuk menimba ilmu kepada sahabat yang masih hidup dan para pemuka tabi’in. Akibat ketekunannya itulah beliau menjadi qadhi (hakim) di masa pemerintahan khalifah Umar bin Abdul Aziz. Masih banyak lagi deh ulama-ulama beken yang gak kalah hebat yang mengawali kesuksesan hidupnya dengan belajar. Eiitttt, haditsnya gimana?? Nah, terus ilmu yang kayak gimana nih yang harus kita pelajari?? Coba liat deh hadits tadi, artinya “Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim laki-laki dan muslim perempuan”. Berarti semua ilmu dong, yang harus dipelajari?? Gak juga ah..

Jadi begini, menurut ulama maksud dari hadits tersebut adalah sebagai seorang muslim kita harus menuntut ilmu yang bisa membawa kita ka jalan keselamatan dunia akhirat. Berarti jawabnya adalah ilmu agama. That’s right!!! Tentunya dengan belajar ilmu agama kita akan bisa ngerti kan mana aja yang wajib dilakukan, mana yang boleh, dan mana yang gak boleh. Nah, sebenernya yang paling utama dan yang pertama wajib kita pelajari adalah ilmu tauhid. Karena tauhid adalah pondasi bagi seorang muslim untuk selamat dunia dan akhirat. Setelah itu, barulah ilmu fiqh yang menyangkut tata cara ibadah, dan kemudian ilmu-lmu yang lainnya. Di dalam kitab Ta’limul Muta’lim, Syekh Ibrahim menyebutkan bahwa setiap muslim dan muslimat tidaklah diwajibkan mempelajari ilmu. Tetapi ia diwajibkan mempelajari ilmu yang akan dilakukan, yaitu ilmu ushuluddin dan ilmu fiqh, yang ada hubungannya dengan ihwal manusia. Seperti iman, kufur, shalat, zakat, puasa, haji, de el el. Gitu deh kira-kira. Terus apa ya bedanya orang yang berilmu dan orang yang mau belajar dengan yang enggak berilmu dan yang enggak mau belajar?? Jelas beda dong!! Coba deh buka mushafnya, dibuka juz 29 terus baca QS. Al Mujadalah : 11. Di situ Allah menerangkan bahwa orang yang beriman dan berilmu akan diangkat kedudukannya beberapa derajat. Siapa yang gak seneng tuh punya kedudukan tinggi di hadapan Allah??

Nah, mulai dari sekarang yuk kita ngaji, belajar ilmu syar’i buat bekal di akherat nanti. Khususnya buat para pemuda yang pengen dapet istri shalihah, pemudi yang pengen punya suami shalih, calon bapak dan ibu yang pengen punya anak sholeh. Belajar yuk mulai dari sekarang. Biar gak tu la lit, terus gak tell me, terus bisa sukses deh dunia akhirat. Boleh lah kita belajar matematika, fisika, kimia, biologi, dsb. Tapi ada lho ilmu yang sangat utama dan penting yaitu ilmu syar’i yang bakalan jadi investasi dan bekal kita setelah hidup di dunia. Kesimpulannya, belajar terus yuk!!! Niatkan belajar hanya karena Allah semata, insya Allah ilmunya manfaat… Amin

–Fathan El Arifin—17/03/10

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s